Al Quran dapat mempengaruhi kecedasan Anak

Label:


Dulu sebelum ada penelitian bahwa janin yang ada didalam kandungan harus sering mendengarkan musik klasik, bahkan sekarang pun masih ada yang pake khususnya yang muslim, padahal dia tahu manfaat janin diperdengarkan Al Quran atau Murrotal, sangat bagus untuk pendidikan janin tersebut, tapi tetep yang pake musik klasik tersebut lebih percaya banget pada musik klasik, "Aneh kan?" padahal justru Al Quran lah yang sangat ermanfaat sekali, karena dulu belum ada penelitian. coba deh buktikan.
ini contoh isi AlQuran buat anak I Love My Al Quran (Mizan)

Kini tengah dikembangkan metoda pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberistimulasi (rangsangan) pada sel-sel otak janin.

Caranya dengn memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, cermah dll. menurut para ahli , organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 bulan dalam kandungan, setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk dan berfungsi secara sempurna, bersamaan dengan itu, disuia ini otak janin pun sudah mampu menterjemahkan rangsang suara.
Jadi, memang benar jika Ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir, tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing,minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.

perkembangan Otak Anak dari MemBACA

Membaca merupakan salah satu upaya terbaik untuk membantu perkembangan otak anak :

1. Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia (dari semua makhluk hidup di dunia ini cuma manusia yang bisa membaca).

    2. Membaca merupakan salah satu fungsi penting dalamhidup, dapat dikatakan bahwa semua pross belajar didasarkan pada kemampuan membaca.

    3. Berkat kemajuan dalam penelitian otak, kita tahu bahwa membaca cerita bagi anak mempunyai manfaat intelektual, emosional dan fisik, yang dapat meningkatkan perkembangan anak.

    4. Dengan tumbuh dan berkembangnya minat baca pada diri anak, minat belajarnya pun akan menjadi tinggi, sehingga kalau orangtua mampu mengantarkan anaknya menjadi gemar membaca, maka anak akan mampu belajar secara mandiri.

Dari uraian itu semua sangat bermanfaat sekali dan banyak bukti setelah buku sebagai pedoman mainan anak utama, dan itu aku praktekan buat Azka dan Azzam, hasilnya....Subhallaah, walaupun mereka belum bisa baca tapi minat akan bukunya sangat tinggi.

Dan teringat juga ketika ikut seminar yang menjadi narasumber nya Andi Yudha dan M. Faudzil Adzim...trnyata bagaimana mereka mendekatkan anak-anaknya terhadap buku, dan buku juga sebagai sumber mainan utama dan pengganti televisi juga. Coba kita bayangkan setiap hari kita bacakan buku buat anak-anak, itu sangat nggak nyangka Anak akan lebih cerdas, dibandingkan anak yang jarang dibacakan buku. dan itu bisa terbukti.

Para peneliti di Baylor College of Medicine menemukan bahawa apabila anak-anak jarang diajak bermain atau dibacakan buku perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil daripada ukuran normalnya pada usia itu.

Selamat Tahun Baru 2008 dan Tahun Baru 1429


Dampak dari Ke GEERan Syuting TV

Minggu ini ...di sekolah Azka Minggu yang bebas setelah pekan tes...dan kebetulan hari Rabunya tanggal 13 Desember ada syuting STV....sebuah program TV lokal dari Bandung, Hmmm....Dari malam Rabunya Azka udah ngomong besok mau ada syuting di sekolah....aku pikir syuting sama Ibu gurunya...buat referensi kegiatan sekolah....ternyata beneran syuting masuk TV, besok paginya Azka semangat sekali mau ke sekolah, biasanya kan hari Rabu pake baju Bebas....


Eeeh Azka ngotot harus pake baju Rimba, terus pake Pinnya...ya aku ikuti aza, katanya "Umi...kaka kan mau syuting, masuk TV...kata Bu guru Juga harus pake baju seragam yang hijau", ya aku ikutin aza kemauannya, malah dia ngomong " Ummi harus ke Sekolah..liat kaka ya, syuting", ya aku sedikit percaya dan tidak percaya, bener ga sih, dan memang Azka anaknya suka cerita, sekecil apapun dia suka diceritain lagi di rumah, apalagi cerita-cerita di sekolah, dan nggak mungkin bohong......sekitar jam 7 pagi Mamihnya Azizan (ibunya teman Azka), nelpon kerumah dengan tujuan memastikan janjian kemaren buat hunting SD dan dari percakapan di telpon mamihnya Azizan cerita bahwa Hari ini mau ada syuting STV, tambah percaya juga berarti betul apa yang dikatakan Azka, dan aku juga harus siap-siap ngasih support buat Azka ke Sekolah, karena hari yang sama pula ada kepentingan sama suami, dan saat itu pula suami ijin setengah hari, akhirnya Abinya menunda kepentingan itu sebentar demi Syuting Azka, abinya nunggu Azzam di rumah.
ini baju seragan rimba yang harus dipakai syuting, Azka (tas merah) sebelahnya Rizki temannya

Aku buru-buru datang ke sekolah khawatir syuting udah di mulai...tapi ternyata...aku liat peserta syuting tidak ada Azka, aku nyari ternyata di lagi main sama temen-temen yang ga terpilih ikut syuting...sampe aku tanya, "Kaka kenapa nggak ikut syuting"...dengan ngomong terbata" Ummi kaka nggak di ajakin sama Bu Guru", woooow jantungku berdebar, karena dari semalem Azka udah semanget, udah ke geeran mau di ikut sertakan.....sungguh kecewa bagi saya, betapa kecewanya juga hati Azka, mungkin karena anak dia masih bisa tenang ketika main sama teman-temannya.
Setelah itu aku nanya kepihak sekolah, tidak ada jawaban yang sangat memuaskan bagi saya, berdasarkan atas kriteria apa pemilihannya.dari situ aah Il Feel deh...dan ternyata bukan saya aza yang kecewa, tapi para ibu yang lain juga merasakan apa yang saya rasakan, boro-boro aku pengen liat, hati udah kecewa...yang akhirnya aku pulang dula dengan hati gondok...dan karena jemputan ga bisa menjemput, motornya masuknya bengkel , akhirnya aku yang jemput lagi, dan ternyata, pas di jemput Azka lagi nangis disekolah sendirian...aku tanya " Kaka kenapa ?", sambil nangis ' Kaka pengen ikutan Syuting, kaka juga pengen hadiah" saat itupula aku nggak bisa membendung tangis, sambil menetes air mata aku ajak pulang aku bujuk dia jalan-jalan, tidak ada satupun guru yang peduli saat anakku nangis, mungkin mereka lagi pokus ke acara berlangsungnya syuting, sambil ngambil tas di kelasnya aku ketemu sama bu Nisa dan bu Trisna..aku ceritakan kekecewaan.

Kalau memang tidak akan diikutsertakan semua siswa, seharusnya Ibu Guru tidak perlu mengumumkan akan ada acara Syuting, huuuuh kasian banget udah kegeeran mau syuting, bayangkan aza kalau seandainya anda merasakan sepertii saya apa yang harus dilakukan, dan disaat itu pula aku dan suami pending urusan yang harus diselesaikan demi Anak, dan dampaknya Azka selalu crita, "Ummi kenapa ya kaka nggak pernah di ajak aza sama bu guru, Kaka nggak mau ikutan lagi kalau ada acara di sekolah"...sakit rasanya , Azka semangatnya menurun, kita sebagai orang tua ingin anaknya tumbuh yang PD, semangat, Berani, tapi ini malah dipatahkan semangatnya oleh sekolah, dan sebelumnya masalah Piala......mudah-mudahan Azka bisa kembali semangat...dan tidak terulang lagi, dan aku pun masih bingung mesti berbuat apa...Adakah yang bisa bantu???

Makna Kematian bagi ANak

BERBICARA mengenai kematian memang tidak mudah. Banyak orangtua yang biasanya bersedia dan dapat membicarakan hampir setiap masalah dengan anaknya, juga menghindar dan merasa tidak enak ketika ditanya tentang kematian. Mungkin itu disebabkan karena kebanyakan orang tidak ingin memikirkan kematian.

WALAU tidak enak, kematian memang terjadi. Dan, bila seseorang yang dicintai meninggal, penting sekali bagi orangtua untuk menjelaskannya kepada anak.
Kesulitan bicara kematian terjadi karena anak-anak belum mengerti apa artinya meninggal dunia. Apa artinya surga, apa artinya pergi tidak kembali lagi. Dia akan selalu bertanya-tanya mengapa orang yang disayangi itu meninggalkan dia.

Kematian biasanya menimbulkan perasaan campur aduk pada anak.
Nah minggu kemarin tetanggaku persis pinggir rumah, biasa aku menyapa Bu Haji...beliau seorang Ibu, Nenek, Uyut yang solehah.....jangankan keluarganya aku aza sedih banget..hmmm namanya sama tetangga nggak mungkin dong kita diam aza..pasti bantuin persiapan dari mulai datangnya jenazah sampe mau ke pemakaman...ketika datang jenazah...mulai deh Azka tanya-tanya...
"Mi..kenapa Bu haji ditutup mukanya",
" iya Bu Haji kan udah meninggal",
"kenapa meninngal", itulah pertanyaaan anak usia TK
"Bu Haji di Panggil sama Allah SWT"
" emang mau ngapain dipanggil,
"kita kan diciptakan sama Allah, jadi sekarang dipanggil sama Allah, karena Allah sayang sama Bu Haji",
Azka melamun sejenak, "Bu Haji mau keSurga ya Mii...",
"insya Allah..makanya kaka harus rajin Sholat, ngaji...dsb", saat itu Azka merenung nggak tahu apa yang dipikirannya tanpa ngasih pertanyaan lagi.
KEMATIAN merupakan konsep abstrak yang tidak mudah dijelaskan kepada seorang anak. Orangtua memang bisa mengambil contoh konkret seperti pohon yang layu lalu mati. Namun, hal itu belum bisa memenuhi rasa ingin tahu anak yang tingkat intelegensianya belum berkembang maksimal.

Anak di bawah usia tujuh tahun akan kesulitan mencerna apa itu kematian. Orangtua mungkin bisa memakai kata "pergi jauh dan tidak kembali", atau "tidur selamanya", atau "pergi ke surga", atau "diambil Tuhan". Kata-kata seperti itu tidaklah bijaksana karena akan terus menimbulkan pertanyaan dari anak, yang akhirnya membuat sulit orangtua menjawab.