Mendidik dengan Pembiasaan

 Mendidik Anak tidak hanya harus dengan nasihat-nasihat saja, ternyata dengan pembiasaan pun anak lebih bisa, dan lebih gampang untuk dijadikan pola didik yang baik, Seperti halnya dengan kebiasaan-kebiasaan kita dalam kehidupan sehari-hari ......

Contoh :
1. Membiasakan Gosok gigi sebelum tidur .........Kebiasaan ini buat anak kadang agak gampang susah, tapi ternyata kalo kita membiasakannya dari Awal,... terus sebelumnya  kita  memberikan pengertian buat anak kita juga... pentingnya gosok gigi...ternyata dengan pembiasaan itu...anak kalo sekali ngga gosok gigi ngga enak..nagih terus...

2. Makan dan Minum Sambil Duduk.....Kebiasaan ini pula kita kadang terlupakan terhadap anak, akan tetapi bisa dilakukan dari kecil, dan kita terangkan mengapa harus duduk, dan disitu pulalah konsistensi kita terhadap anak...dan juga membiasakan do-a sebelum dan setelah makannya....
"jadi teringat ketika ada pertemuan dengan keluarganya Abah Ihsan baihaqi (pendiri PSPA)..Subhanallah Abah begitu konsistennya terhadap anak ketika mau memberikan minuman...dengan tegas dan penuh kasih sayang, ketika memberikan minuman tersebut, anak untuk duduk terlebih dahulu..dan Anak juga langsung menurutinya karna dengan pembiasaannya...ternyata aku praktekkan ..bisa juga..dan semua pasti bisa seperti itu..."
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

3. Matikan Televisi, Nyalakan Semangat Baca Buku
Dengan Membiasakan mematikan televisi di rumah kita berawal dari kita sebagai Orangtua yang harus konsisten untuk tidak menyalakan TV...atau kalaupun belum bisa, kita beri waktu  seminggu sekali (sabtu-ahad)...tapi kalau kita bisa membiasakan hal tersebut...dan sabtu-ahad, anak kita ajak bermain keluar ataupun bersilaturahmi ke saudara, dan sekalipun anak nonton TV, tidak akan betah..karena sudah terbiasa tidak nonton TV, dan untuk kesehariannya..kita bisa alihkan dengan bermain buku, cerita buku, baca buku.....disitulah peran Orangtua yg pro Aktif..Insya Allah bisa..dan saya pun coba hal ini sudah bisa...dan kita harus sering menyalakan semangat buat anak-anak kita terhadap buku...dan insya Allah anak akan suka buku...

4. Memisahkan tidur Anak dengan Orang tua
Dengan membiasakan memisahkan tidur anak dan kita, terkadang bisa terlaksana hanya beberapa saat, tapi setelah saya coba dengan penuh tega, dengan penuh konsistensi...awalnya..tengah malem bangun, langsung masuk ke kamar kita, besoknya sama, dan selanjutnya..anak nangis pengen ditemenin, dengan  secara tegas, kita kasih pengertian buat anak, " pasti bisa, anak berani bisa tidur sendiri..." subhanallah berangsur akhirnya bisa sendiri..dan mau tidur sendiri.......

Dan dari Contoh-contoh tersebut masih banyak contoh-contoh lain dalam mendidik dengan pembiasaan...dalam kehidupan kita sehari-hari..Insya Allah semua bisa..karena segala sesuatu kita harus bisa membiasakan apapu yang kita lakukan terbaik buat anak-anak kita


Meledaknya Emosi si buah hati

Saat anak kita sedang mengalami ledakan emosi, baik dengan teriakan maupun tindakan fisik lainnya, dia tidak akan bisa menerima alasan atau bujukan, tetapi justru terhadap apapun yang anda lakukan anak akan merespons secara negatif. Kemudian, jika kita tidak bisa menahan emosi, kita akan ikutan marah, dan mungkin kita akan meninggalkan anak anda sendirian...
 
Cara mengatasi sikap manja yang berlebihan apalagi sampai mengganggu kemandirian anak diantaranya adalah dengan :

1. Melakukan pengenalan terhadap pengalaman pribadi kita, kemudian sadari bahwa masa kecil yang kurang bahagia, dikekang atau serba kekurangan tidaklah berarti dengan begitu kita ingin memanjakan anak kita lantaran tidak ingin terulangnya masa-masa yang lalu tersebut terhadapnya.

2. Anak jangan selalu dijadikan sebagai pusat perhatian. Sebaiknya usahakan agar anak juga banyak melihat kegiatan dan mendengar pembicaraan orang-orang disekitarnya.

3. Anak yang merengek minta perhatian. Cobalah alihkan dengan hal lain yang disukainya. Lakukan hal ini setiap kali sambil menjelaskan bahwa anak perlu melakukan hal penting terlebih dahulu.

4. Berilah contoh cara bergaul yang baik. Misalnya, dengan mengajarkan anak kita meminjamkan barang yang diperlukan oleh temannya.

5. Berikan pelukan kasih sayang dan kata-kata yang membuat dirinya nyaman.

6. Jika keinginan anak bermanja secara tiba-tiba meningkat dan nampak dengan jelas ada reaksi pada waktu-waktu tertentu. Berikanlah waktu pada anak untuk menyesuaikan diri memenuhi kebutuhannya tersebut.

Adapun untuk mengatasi masalah prilaku anak yang senang memukul, mencubit atau menendang adalah sebagai berikut :

1. Orang tua bersikaplah tegas dengan menegakkan disiplin yang sudah disepakati bersama (antara anak dengan orang tua).

2. Reward, berikanlah reward atau ganjaran yang positif untuk tingkah laku anak sesuai dengan yang diharapkan. Langkah ini di ambil manakala anak bertingkah laku baik seperti tidak memukul. Saat seperti itu berilah ia hadiah atas usahanya untuk berubah. Dan tidak harus hadiah selalu berupa barang tapi bisa dengan pelukan, ciuman, makanan kesukannya atau sekedar dengan ucapan terima kasih.

3. Ajarkanlah ketrampilan sosial pada anak. Karena anak perlu dilatih mengatakan apa yang ia kehendaki dan memikirkannya secara jelas.

4. Pada saat yang tepat. Berilah alternatif dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, dan bercerita serta orang tua bertindak sebagai pendengar aktif.

5. Menetapkan aturan yang jelas. Artinya orang tua harus tegas ketika anak melakukan aksinya. Sehingga nada bicara maupun ekspresi menunjukkan bahwa orang tua tidak sepakat dengan aksi itu. Contoh, ketika anak menendang maka kita bisa mengatakan : “Maaf ade, kalau ade masih suka menendang seperti itu, maka mama tidak izinkan ade untuk bergabung bersama kakak dan mama melanjutkan permainan ini!”

6. Selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan anak sesibuk apapun kita. Karena salah satu sumber perilaku negatif anak adalah karena kebutuhan akan kasih sayang yang tidak terpenuhi, terutama dari orang tuanya. (by.eramuslim.com)

Bersama Anak bukan di DEKAT anak

Memang setiap Orangtua kadang nggak 'ngeh' antara bersama anak dan DEkat anak....padahal kedua-duanya sangatlah penting...teruatama yang kedua orangtuanya bekerja dan otomatis efektifitas bersama anak sedikit.....ada tips  and Trik nih dari Abah Ihsan Baihaqi (pendiri sekolah Orangtua PSPA)

1.sesibuk apapun sediakan waktu BERSAMA ANAK. setengah jam sehari minimum. tak berlebihan dan tak berat insya Allah menyediakan waktu setengah jam sehari kan? syukur2 bisa satu jam sehari. 

Bersama anak itu artinya bukan Anda di DEKAT ANAK, ada banyak orangtua 24 jam hadir di dekat anak tapi tak 5 menit pun BERSAMA ANAK. bersama anak itu artinya anda bicara DENGAN anak, bukan bicara KEPADA anak. Anda mendengar hati anak. Anda mungkin juga bisa tersenyum, tertawa, menangis, menempel, mewarnai, bercerita, ngacak2 kamar, beres2 bareng2. dan lain-lain 

2. Jangan pernah MENEBUS DOSA bekerja Anda dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue, hadiah) pada anak secara berlebihan, yang lebih dari yang dia butuhkan, bahkan mungkin anak Anda tidak membutuhkannya. banyak orangtua yang bekerja, tidak semua, kerap memberikan anaknya yang ditinggal bekerja dengan berbagai hadiah atau hampir sebagian besra keinginan anak orangtua penuhi. Ini tidak produktif untuk masa depan anak. Anak2 Anda dapat menjadi anak2 yang instant, karena segala keinginan anak dipenuhi. 

3. Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnnya doakan dia dengan penuh kekhuysuan. Jika memungkinkan, biarkan ia mendengar apa yang kita doakan. 

4. Mulailah setiap pagi dengan penuh kemesraan pada anak. Buat dia sampai tertawa jika Anda bertemu dengannya. Ketika anda berinteraksi dengan anak pada saat lelah sekallipun, sungguh yang merasakan kebahagiaan sejati adalah orangtua, bukan anaknya

5. Bekerjasama dengan suami, intstallkan nilai2 positif pada anak melalui cerita. Gantian dengan suami, senin mama, selasa papa dan sterusnya atau terserah kesepakatan anda berdua. ini adalah bekal jangka panjang untuk anak. 

Tidak bener2 Tidak....

Medidik anak dengan Konsistensi emang agak berat...terkadang nggak tega...tapi kita emang harus konsisten dalam mendidik anak.....mumpung masih Fresh nih....kejadian dialami sama Azzam (anak yg kedua 3,8th)...

Sabtu kemaren pulang dari acara kenaikan kelas Kakanya, pulangnya laper kita makan di salah satu rumah makan khas sunda di soekarno Hatta.....(jadi show off gini..hehe)
Digerbang masuk, ada penjual mainan anak...udah mahal, ngga mendidik lagi....

Karna disitu ada mainan Bis...Azzam mau bangeeet..sampe akhirnya ngamuk-ngamuk...sedih ..keadaan Rm tersebut pas lagi penuh..orang-orang disekiar pada ngeliatin...tapi ah biarin aza...

Saya sama Abinya komitmen..kita harus konsisten...Abinya terus ngasih pengertian..
"Azzam soleh...nanti ya...kita bisa bikin lebih bagus dari itu.....insya Allah.. "

kakanya bilang " ya Bi..nanti kita bisa bikin lebih gede, lebih kereeen..."

Azzam tetep ngamuk...pengen dan pengen..."Abiii..Abiii mau bis" azzam nggak menghiraukan pengertian dari Abinya..sampe pas makanan datang kita dah pada kenyang duluan sama ngamukan Azzam.....tapi kita tetep sabar mengatasinya...biarpun ngamuk, kita tetep santai...

Padahal..di belakang rumah makan tsb, ada permainan anak..gede banget, tempatnya, anak-anak bisa bereksplor disitu....azzam tetep nggak tertarik..dan semakin besar amukannya....

Ya Allah..dalam hati beliin jangan....iiih jadi inget materi PSPA...kalau dibeliin berarti kata TIDAk, jadi YA......KONSISTEN....
Karena kalau kita tidak dikonsisten...kata 'tidak', 'tidak', 'tidak' akhirnya 'ya',... jadi arti 'tidak' disini berarti 'ya'.....

Akhirnya saya sama Abinya tetep tahan....Bismillah...Alhamdulillah berhasil...Azzam bisa mereda..dari amukan yg kira-kira hampir sampe tigaperempat jam....dan bisa makan, azzam pun makan, dan..malah langsung main di tempat permainan anak terlebih langsung main dengan anak seusianya...(ceritanya dah kenalan)..

Dan pulang pun karna lewat juga ke tempat jualan mainan tsb...Azzam sudah lupa apa yang tadi dia bikin ngamuk...lewat saja Alhamdulillah....KONSISTEN !!!!


Kegiatan Liburan Dirumah

Terkadang Orangtua dibingungkan untuk mengisi liburan..kemana ya...pengen nyaman, atau yang deket aza..atau pula lebih bagus lagi yang murah...

Kalau kita nggak punya ide lagi liburan buat keluar rumah..lebih bagus dirumah aza...kita bisa mengisi hari-hari libur dirumah dengan berbagai macam kegiatan..yang jelas membuat anak tidak suntuk, monoton, membuat anak senang, hari-hari libur penuh dengan keceriaan, tentunya dengan orangtua yang Pro aktif...

Nah..ini beberapa macam kegiatan mengisi Liburan dirumah..mudah-mudahan bermanfaat...tips ini kutipan Dari Pendiri sekolah Orangtua shalih PsPA ( Bapak Ikhsan Baihaqi Ibnu Bukhari)....
  1. Konser lagu di rumah dengan kostum yang dipersiapkan khusus
  2. Proyek membuat taman mini belakang/depan rumah
  3. Proyek menulis lomba curhat/cerita binatang kesayangan ayah, ibu, kakak, adik meski binatangnya gak punya. misal ayah suka kucing, ibu suka kelinci, kakak suka ikan adik suka semut.... kenapa sih kita suka binatang itu? nah masing-masing nulis deh.. klo yang lom bisa nulis suruh cerita ntar dibantu nuliisin sama orangtua.. ntar jadi buku deh.. 
  4. Proyek bikin lukisan bersama di salah satu tembok di rumah (itu juga klo mau mengorbankan sedikit temboknya). Lukisannya gak usah diatur, suka-suka, gak usah berbentuk, pokoknya curat coret.... lukisan estafet, misal adik dulu, udah itu kakak, udah itu ibu, udah itu ayah.... setiap orang hanya boleh mencoret 3x 
  5. Merancang 5 kegiatan menarik yang akan dilakukan menyambut hari kemerdekaan dan menyambut ramadhan nanti (mau disekaliguskan juga boleh)
  6. Klo Anggota keluarga minimum ada 4, boleh dicoba permainan beregu, kelompok kakak sama ibu, kelompok adik sama ayah: painball (gak usah beneran), lomba memasukkan kelereng pake jari manis ke sebuah lubang, atau modifikasi dari permainan-permainan lainnya
  7. Mengoleksi gambar-gambar menarik dari koran-koran/majalah-majalah bekas yang disukai, ditempel di sebuah karton besar, dikasi komentar yang lucu-lucu 
  8. klo ada dana, memberikan bingkisan untuk tetangga dan masing-masing bingkisan dibungkus dengan kado yang menarik.. biarkan anak yang memilih warna kado, membantu ngelem, membantu gunting (meski acak2an ntar)... komunikasikan pada tetangga ini hasil karya anak
  9. silaturahmi ke 3 orang dan 4 guru yang paling kamu senangi.... 
  10. klo ayah agak terampil dikit, buat layang-layang segede meja, ntar diterbangin bareng di lapangan terbuka. klo gak bisa terbang, cukup dipajang sebagai monumen di depan rumah selama sepekan... 
saya yakin, deh ibu juga bakal menemukan 10 judul lain? ayooo temukan yuk... ayah dan ibu yang lain mau menambahkan 10 lain juga? yukk sehingga kita bisa buat buku... 100 kegiatan menarik mengisi liburan di rumah... karya: ibu dan ayah shalih dan shaliha... cihuuuyyy